A living legend - Anneke Gronloh

1944 1964 1966 2000

Sejarah musik pop telah menujukan jumlah yang tak terhitung dari "keajaiban
-satu- hit" serta para artis yang suatu hari melambung dan hari berikutnya
tenggelam dilupakan orang. Banyak artis berusaha tetep menempati posisi
puncak tetapi hanya sejumlah penyanyi yang bisa meraih "Status Super Star".
Dengan disc emas, Chart Record di 48 Negara, top hit yang tak terhitung
jumlahnya serta rekor penjualan dunia yang mencapai lebih dari 26 juta,
sudah barang tentu Gronloh merupakan salah satu dari supersetar tersebut.
Selama bertahun-tahun suaranyayang bangat dan merdu dengan warna suara yang
khas telah mempesona banyak audiens. Jumlah fans-nya pun masih terus
meningkat.
Apakah ini semua karena keragaman repertoar musik yang ia bawakan, mulai
dari Rock'n Roll sampai Soul; dari lagu cinta sampai lagu tradisional Melayu
atau Jazz? Atau karena pribadinya yang penuh, serta karekternya yang manis?
Pertanyaan yang tak perlu dijawab. Tak seorang pun mampu mendefinisikan
konsep tentang "kharisma" & "kepribadian", kedua merupakan bagian dari apa
yang telah menjadi figure mitos, ikonbelia yang tumbuh menjadi seorang "Diva
murni". Sibuah bati lagu dunia: miss Anneke Gronloh.

Anneke lahir pada bulan juni tanggal 7, 1942 di tondano, Sulawesi Utara.
Pada waktu itu ayahnya, seorang Sersan Mayor dari pasukan belanda yang
ditahan dan dibawa kejepang, memberi julukan "Yokotjan" pada Anneke yang
artinya "adik kecil" Anneke menghabiskan masa kecilnya di kamp perang
Jepang, dimana Ibunya menjadi figure menonjol dan memainkan peran penting
dalam menjaga semangat serta moral bagi para Wanita dan Anak-anak, ketika
Ayahnya kembali setelah perang ia menyaksikan penampilan pertama anaknya
didepan publik. Anneke menyanyikan lagu kanak-kanak melayu yang diajarkan
Ibunya dihadapan para serdadu Belanda. Coklat dan kacang merupakan hadia
baginya.
Pada tahun 1949, keluarga Gronloh pindah kebelanda. Disekolah Anneke menjadi
anggota rombongan kabaret yang aktif. Seorang agen Belgia menawarinya sebuah
kontrak dan pada usia 16 dia kembali menghibur pasukan; kali ini di Belgia
dan Jerman, dia masih menggunakan nama Jepang "Yokotjang" sebagai nama
panggung. Kali ini dia mendapat uang 25 Gulden sekali pertunjukan. Tidak ada
lagi 'kacang'.
Tanggal 19 Desember 1959 merupakan hari yang tak terlupakan bagi Anneke ini
adalah hari dimana Anneke mengikuti talent -show terkenal "Cabaret Des
Inconus" dikampung halamanya - Eindhoven, ada lebih dari 300 peserta tetapi
Anneke mengaklahkan semuanya. Lagu yang ia nyanyikan adalah "Ma" yang
merupakan satu dari top-show nya selama tour dunia.
Beberapa perusahaan rekaman menawari kontrak dan akhirnya ia memutuskan
untuk menandatangani kontrak dengang perusahaan rekaman internasional
terbesar pada wktu itu.
Dalam catatan pribadi tahun 1964 juga merupakan tahun yang sangat baqik bagi
Anneke ketika ia menikah dengang Wim-Jaap Van Der Laan. Sebuah cinta yang
telah teruji loeh waktu karena pasangan ini masih utuh sampai hari ini.
Anneke mulai terlibat di panggung teater pada tahun 1965-1966 Dutcch
Sleeswijk Revve yang terkenal membokingnya selama 3 tahun , dan akhirnya
mereka berusaha mengontraknya. Dalam produksi yang penuh glamour ini Anneke
akhirnya bisa menunjukkan semua bakat yang dimilikinya ketika membawakan
seleksi lagu internasional yang diakhiri dengang "Gold Finger" standar pada
penutupannya . nampaknya Anneke telah mengalami transisi dari idola belia
menjadi performer dewasa tanpa susah payah.
Sesudah pertunjukan ini.yang tentu saja menuntun banyak waktu dan
perhatiannya, Anneke berkonsentrasi pada karir internasionalnya lagi. Dia
melakukan tour ke daerah Timur, timur jauh dan barat serta Malaysia. Ada
juga tempat-tempat yang "lebih dekat" dengan rumah di Spanyol, Portugal,
Yunani, dan sebagainya.
Pengakuan perekamaan yang luar biasa diperoleh Anneke dibekas "Yugoslavia".
Dimana dua dari rekamannya, "Wladimir" dan "Uspavanka", mendapat status
emas. Lagu-lagu ini derikam dalam bahasa asli negara tersebut. Yang
menunjukan kemampuan Anneke tentang bahasa.
Pada tahun 70-an Anneke menghabiskan hampir seluruh waktunya bagi keluarga,
yang terdiri 2 anak laki-laki. Meskipun kedua anaknya membuatnya sibuk,
Anneke masih punya waktu untuk membuat rekaman serta acara TV ataupun tour.
Anneke juga memenangkan Menorca Songcontest dan hit rekor di Jerman. Ketika
anak-anak lakinya menginjak dewasa, Anneke bisa betul-betul berkonsentrasi
pada karirnya lagi. Ia merekam 2 album baru, 1 untuk pasar Belanda dan 1
untuk Singapure dan Malaysia. Album untuk kedua negara terakhir ini, yang
bertajuk "Liedjes van verlangen" terdapat melodi melayu tradisional yang
indah seperti "O ina ni keke" "Mangemo Sako Mangemo". Album ini meledak
dipasaran dan Anneke memperoleh Disc emas atas penjualannya. Anneke
berangkat ketempat kelahiran-Sulawesi, dimana ia tampil diruang terbuka
dihadapan lebih dari 40.000 orang. Di Belanda Anneke kembali pada parade hit
dengang lagu berjudul "Santo Domingo" sebuah melodi yang mengingatkan
kembali pada keberhasilan pertamanya.
Permintaan yang agak aneh diterma Anneke pada musim panas 1987, ketika ia
dimiuta tampil di Gala Dana TV sebagai paradoks Tina Turner Anneke yang
terkenal dengang kepribadiannya yang dinamis dipanggung, menerima tantangan
itu. Dampak dari penampilannya betul-betul luar biasa dan Anneke menerima
tawaran yang tak terhitung jumlahnya untuk mengulang adegan dari awal.
Adegan ini masih mendapat tempat dalam acting panggung Anneke, karena hal
ini menjadi favorit audiens.
"My one and only love" merupakan tajuk CD Anneke yang diliris tahun 1992,
ini merupaka koleksi rekaman yang terkenal yang berisi musik blues, jazz dan
soul. Rekaman ini khusus diproduksi untuk timur jauh, tetapi juga dirilis di
Belanda dan beberapa negara lain.
Atas dasar tuntutan, rekaman ini merupakan rak-panjang bagi keragaman dan
bakat Anneke. Tahun 1993 juga merupakan tahun yang luar biasa bagi Anneke.
Di negara tempat tinggalnya Anneke mendapat kehormatan dalam acara TV "This
is you live" dan ia membuat acara khusus TV yang eksplosik dan hidup dengan
sekelompik artis muda "Jeans".
Pada Tahun 1994 Anneke merayakan 35 tahunya sebagai artis rekaman. Karena
peristiwa yang luar biasa ini ia kembali ke Singapura pada bulan Desember
untuk membuat pertunjukan pribadi dalam suatu gala show di stadion indoor
singapura, yang disiarkan TV. Dihadapan sekitar 20.000 fans sekalian lagi
Anneke menyanyikan 3 hit nomor satunya dan audiens pun ikut menynyikan
dengan sepenuh hati. Anneke begitu tersentuh dengan sambutan yang hangat ini
sehingga ia menyanyikan lagi lagu "When I Fall in Love" atas permintaan
penonton dan ketika ia mengatakan pada penonton bahwa ia mencintai mereka,
ia memang tulus mencintai mereka.
Sekembalinya ke Belanda Gala Night special digelar untuk Anneke di Amsterdam
di royal theatre. Dimana banyak koleganya datang untuk memberikan
penghargaan dengan ikut menyanyikan salah satu lagunya. Setelah istirahat,
Anneke tampil lagi dipanggung dan seolah-olah meruntuhkan gedung dengang
"Tour de Chant". Yang begitu menyihir dan menyentuh.
Ditahun 1997 Anneke mendapat tidak kurang dari 5 hadiah dari guinees book of
the record atas hasil prestasi chart-nya yang belum pernah tertandingi.
Salah satu dari hadiah ini diberikan pada Anneke untuk jumlah rekaman dari 5
hit nomor 1 dalam periode 3 tahun. Anneke menempati posisi puncak chart
selama 37 bulan berturut-turut!! . Anneke Gronloh adalah satu-satunya artis
didunia yang memiliki 5 rekor atas namanya.
Bulan April tanggal 29, 1997 merupakan hari khusus buat Anneke. Padi hari
itu ia menerima pengakuan kerajaan (Royal recognition) dari ratu Beatrix
dari Nederland untuk menghormati karinya yang unik serta banyak kegiatan
amalnya. Ini merupakan penghargaan yang sangat jarang dan tinggi yang hanya
sangat sedikit orang yang menerimanya setahun sekali.
Dan tidak berhenti disini........
Karena pada tahun 1998 Anneke lebih menarik dan hidup daripada sebelumnya,

dengan rilis romantik dan tour konser teater yang berlangsung. Ia masih
memiliki reputasi sebagai "Miss Dynamite" dan kualitas yang terjaga dari
pertunjukan artisticnya serta karakternya yang menarik. Masih merupakan
jaminan baginya untuk prestasi berikutunya di seluruh dunia. Karena ia
benar-benar unik ANNEKE GRONLOH betul-betul sebuah LEGENDA YANG HIDUP.